Langsung ke konten
BerandaPanduan › Systematic Literature Review
Panduan Riset

Systematic Literature Review (SLR): Panduan Lengkap + Langkah PRISMA 2020

Daftar Isi
  1. Apa Itu Systematic Literature Review?
  2. Kapan Anda Membutuhkan SLR?
  3. SLR vs Literature Review Biasa
  4. 8 Langkah SLR (PRISMA 2020)
  5. Framework: PICO, SPIDER, PEO
  6. Database untuk Pencarian
  7. Meta-Analysis: Kapan dan Bagaimana
  8. Tools untuk SLR
  9. FAQ

Apa Itu Systematic Literature Review?

Systematic Literature Review (SLR) adalah metode tinjauan pustaka yang menggunakan metodologi terstruktur, transparan, dan dapat direproduksi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis semua bukti ilmiah yang relevan terhadap pertanyaan penelitian tertentu.

Berbeda dari tinjauan pustaka biasa yang bersifat naratif dan subjektif, SLR mengikuti protokol yang telah ditentukan sebelumnya — sehingga hasilnya lebih objektif dan komprehensif.

SLR pertama kali dipopulerkan di bidang kedokteran (Cochrane Collaboration), tapi sekarang digunakan luas di bidang pendidikan, sosial, teknik, bisnis, dan informatika.

Kapan Anda Membutuhkan SLR?

SLR diperlukan dalam situasi berikut:

  • Tesis atau disertasi yang membutuhkan tinjauan pustaka komprehensif
  • Paper jurnal bertipe “review article” atau “systematic review”
  • Proposal penelitian yang perlu menunjukkan state-of-the-art
  • Kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy)
  • Meta-analysis — sintesis kuantitatif dari beberapa studi

Jika Anda mahasiswa S2/S3 di bidang kesehatan, pendidikan, atau sosial, kemungkinan besar Anda wajib melakukan SLR sebagai bagian dari tesis.

SLR vs Literature Review Biasa

AspekLiterature Review BiasaSystematic Literature Review
ProtokolTidak ada / fleksibelProtokol ketat, pre-defined
PencarianAd-hoc, Google ScholarMulti-database, Boolean query
Seleksi paperSubjektifKriteria inklusi/eksklusi eksplisit
Quality assessmentJarang dilakukanWajib (CASP, NOS, ROB2, dll.)
ReprodusibilitasRendahTinggi — orang lain bisa mereplikasi
BiasRawan cherry-pickingDiminimalkan oleh protokol
PelaporanBebasPRISMA 2020 / MOOSE
Waktu2-4 minggu2-6 bulan
Diagram alur PRISMA 2020 dengan empat tahap penyaringan: identifikasi 1.247 rekaman, penyaringan 1.035, kelayakan 292, dan 38 studi yang termasuk, beserta jumlah yang dikeluarkan di tiap tahap
Empat tahap PRISMA 2020. Jumlah yang dikeluarkan wajib dilaporkan di setiap tahap.

8 Langkah SLR (PRISMA 2020)

Berikut 8 langkah SLR yang mengikuti pedoman PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses):

Langkah 1: Definisikan Protokol

Sebelum mulai pencarian, tentukan:

  • Research question menggunakan framework (PICO, SPIDER, PEO)
  • Kriteria inklusi — jenis studi, periode publikasi, bahasa, populasi
  • Kriteria eksklusi — apa yang tidak dimasukkan (dan alasannya)
  • Database yang akan dicari
  • Strategi pencarian — kata kunci, Boolean operator

Protokol sebaiknya didaftarkan di PROSPERO (untuk bidang kesehatan) atau dicatat di proposal penelitian.

Langkah 2: Buat Strategi Pencarian

Strategi pencarian yang baik menggunakan:

  • Boolean operator: AND, OR, NOT
  • Truncation: educ* (mencakup education, educational, educator)
  • MeSH terms (untuk PubMed): controlled vocabulary yang memastikan pencarian komprehensif
  • Minimal 2 database — PRISMA 2020 mensyaratkan pencarian di lebih dari 1 database

Contoh query:

(“social media” OR “social networking” OR Instagram OR TikTok)
AND (“academic performance” OR “academic achievement” OR GPA)
AND (student* OR undergraduate* OR “higher education”)

Langkah 3: Pencarian & Deduplikasi

Jalankan query di semua database yang ditentukan. Catat jumlah hasil per database. Gabungkan semua hasil, lalu hapus duplikat (paper yang muncul di lebih dari 1 database).

Langkah 4: Screening

Screening dilakukan dalam 2 tahap:

  1. Title/Abstract screening — baca judul dan abstrak, putuskan include/exclude berdasarkan kriteria
  2. Full-text screening — baca paper lengkap yang lolos tahap 1, putuskan inklusi final

Idealnya, screening dilakukan oleh 2 reviewer independen untuk mengurangi bias. Hitung inter-rater reliability (Cohen’s Kappa) untuk melaporkan tingkat kesepakatan.

Langkah 5: Ekstraksi Data

Buat form ekstraksi data yang mencakup: penulis, tahun, desain studi, populasi, intervensi, outcome, hasil utama, dan quality assessment score.

Langkah 6: Quality Assessment

Evaluasi kualitas setiap studi menggunakan tool yang sesuai:

ToolUntuk Jenis Studi
CASPBerbagai jenis (qualitative, cohort, RCT)
ROB2Randomized Controlled Trials
ROBINS-INon-randomized studies
NOS (Newcastle-Ottawa)Observational studies
JBIQualitative studies
GRADECertainty of evidence
Jadad ScaleClinical trials (quick assessment)

Langkah 7: Sintesis

Sintesis bisa berupa:

  • Narrative synthesis — rangkuman kualitatif dari temuan
  • Meta-analysis — sintesis kuantitatif menggunakan statistik (jika data memungkinkan)

Langkah 8: Tulis Laporan

Laporan SLR harus mengikuti PRISMA 2020 checklist dan menyertakan PRISMA flow diagram yang menunjukkan jumlah studi di setiap tahap (identified → screened → included).

Platform SLR pertama di Indonesia

TulisPaper.id punya module SLR 8 langkah lengkap: protocol, search (OpenAlex + PubMed), screening dengan AI, extraction, quality assessment (9 tools), meta-analysis (forest plot + funnel plot), dan PRISMA flow otomatis.

Mulai SLR Gratis

Framework: PICO, SPIDER, PEO

Framework membantu Anda merumuskan research question yang terstruktur:

FrameworkKomponenCocok Untuk
PICOPopulation, Intervention, Comparator, OutcomeStudi kuantitatif, RCT, kedokteran
SPIDERSample, Phenomenon, Design, Evaluation, Research typeStudi kualitatif, mixed method
PEOPopulation, Exposure, OutcomeStudi observasional, epidemiologi
PCCPopulation, Concept, ContextScoping review
PICOTSPICO + Timing + SettingClinical trials yang spesifik

Contoh PICO:

Population: Mahasiswa S1 di Indonesia

Intervention: Penggunaan media sosial (>3 jam/hari)

Comparator: Penggunaan <1 jam/hari

Outcome: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

Database untuk Pencarian

DatabaseCakupanBiayaCocok Untuk
OpenAlex323 juta+ karyaGratisSemua bidang
PubMed36 juta+ artikelGratisBiomedis, kesehatan
Scopus90 juta+ recordsBerbayarMultidisiplin
Web of Science80 juta+ recordsBerbayarMultidisiplin
SINTAJurnal IndonesiaGratisJurnal nasional
GarudaJurnal IndonesiaGratisJurnal nasional

Tips: PRISMA 2020 mensyaratkan pencarian di minimal 2 database. Kombinasi OpenAlex + PubMed (keduanya gratis) sudah cukup untuk kebanyakan SLR.

Meta-Analysis: Kapan dan Bagaimana

Meta-analysis adalah sintesis kuantitatif yang menggabungkan hasil dari beberapa studi. Anda bisa melakukan meta-analysis jika:

  • Minimal 3-5 studi dengan outcome yang sama
  • Studi menggunakan desain yang serupa
  • Data effect size tersedia (mean, SD, OR, RR, dll.)

Hasil meta-analysis biasanya disajikan dalam bentuk:

  • Forest plot — visualisasi effect size setiap studi + pooled estimate
  • Funnel plot — deteksi publication bias
  • Heterogeneity test — I² statistic, Q test

Software yang umum dipakai: R (package metafor), RevMan (Cochrane), atau TulisPaper.id (meta-analysis engine built-in).

Tools untuk SLR

ToolHargaFitur Utama
TulisPaper.idMulai Rp 08-tab SLR workflow, AI screening, meta-analysis, PRISMA otomatis, 9 framework, 9 QA tools
Covidence~$240/tahunScreening, extraction, Cochrane integration
RayyanGratis (terbatas)Screening AI, kolaborasi
ASReviewGratis (open source)AI screening, Python-based
RevManGratis (Cochrane)Meta-analysis, forest plot

FAQ

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk SLR?

Rata-rata 3-6 bulan untuk SLR lengkap. Dengan tools yang tepat dan AI assistance, bisa dipercepat menjadi 4-8 minggu.

Apakah SLR wajib untuk skripsi S1?

Umumnya tidak wajib. Skripsi S1 biasanya cukup dengan literature review naratif. SLR lebih umum untuk tesis S2, disertasi S3, dan paper jurnal. Namun, beberapa prodi mulai mensyaratkan SLR sederhana. Untuk panduan skripsi, baca Cara Menulis Skripsi.

Apa perbedaan SLR dan scoping review?

SLR menjawab pertanyaan spesifik dengan kriteria ketat. Scoping review memetakan evidence yang tersedia secara luas tanpa quality assessment. Scoping review cocok untuk tahap awal eksplorasi topik.

Harus pakai framework apa?

Tergantung jenis penelitian: PICO untuk studi kuantitatif/intervensi, SPIDER untuk kualitatif, PEO untuk observasional. Diskusikan dengan pembimbing Anda.

Bolehkah melakukan SLR sendirian (tanpa second reviewer)?

Idealnya 2 reviewer. Tapi untuk tesis, banyak kampus menerima single reviewer dengan catatan transparansi protokol. Beberapa tools seperti TulisPaper.id menyediakan AI screening sebagai “second opinion” advisory.

Panduan Terkait

Cara Menulis Skripsi

Panduan lengkap 8 langkah dari ide hingga sidang

Contoh Daftar Pustaka

Format APA, IEEE, Vancouver + template

Panduan Sitasi APA 7th

In-text citation dan daftar pustaka

Panduan Sitasi IEEE

Numbered citation untuk bidang teknik

Mulai Gratis Harga