Apa Itu APA 7th Edition?
APA (American Psychological Association) edisi ke-7 adalah gaya sitasi yang paling banyak digunakan di bidang ilmu sosial, pendidikan, psikologi, dan bisnis. Banyak universitas di Indonesia mengadopsi format ini untuk skripsi, tesis, dan disertasi.
In-Text Citation (Sitasi dalam Teks)
Parenthetical Citation (dalam kurung)
Sitasi ditempatkan di akhir kalimat dalam tanda kurung:
Satu penulis: (Siregar, 2020)
Dua penulis: (Siregar & Putri, 2021)
Tiga+ penulis: (Siregar et al., 2022)
Dengan halaman: (Siregar, 2020, hlm. 45)
Narrative Citation (dalam kalimat)
Nama penulis menjadi bagian dari kalimat:
Menurut Siregar (2020), metode kualitatif lebih sesuai...
Siregar dan Putri (2021) menyatakan bahwa...
Siregar et al. (2022) menemukan bahwa...
Daftar Pustaka (References)
Artikel Jurnal
Putri, D. A. (2021). Analisis literasi digital mahasiswa Indonesia. Jurnal Pendidikan, 5(2), 123–135. https://doi.org/10.xxxx/xxxxx
Buku
Siregar, A. (2020). Metodologi penelitian sosial. Prenada Media.
Bab dalam Buku
Rahman, F. (2019). Etika penelitian kualitatif. Dalam B. Santoso (Ed.), Panduan penelitian (hlm. 45–67). Penerbit UGM.
Website
Kementerian Pendidikan. (2023, 15 Maret). Kebijakan merdeka belajar. https://www.kemdikbud.go.id/kebijakan
Skripsi/Tesis/Disertasi
Amalia, R. (2023). Pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar [Skripsi, Universitas Airlangga]. Repository UNAIR. https://repository.unair.ac.id/xxxxx
Aturan Penting APA 7th
- et al. — digunakan mulai dari 3 penulis ke atas (berbeda dari APA 6th yang mulai dari 6 penulis)
- DOI — selalu cantumkan jika tersedia, dalam format URL: https://doi.org/xxxxx
- Tanpa "Retrieved from" — APA 7th menghilangkan frasa "Retrieved from" untuk URL
- Hingga 20 penulis — cantumkan semua nama hingga 20 penulis di daftar pustaka
- Italic — judul buku, nama jurnal, dan nomor volume dicetak miring
Kutipan Langsung: Pendek dan Blok
APA membedakan kutipan langsung berdasarkan panjangnya. Batasnya 40 kata.
Kurang dari 40 kata — ditulis di dalam paragraf, diapit tanda kutip, dan wajib menyertakan nomor halaman:
Siregar (2020) menyatakan bahwa “pendekatan kualitatif menuntut peneliti hadir di lapangan” (hlm. 45).
40 kata atau lebih — ditulis sebagai blok terpisah tanpa tanda kutip, seluruh blok menjorok ke dalam, dan tanda titik diletakkan sebelum kurung sitasi:
Penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai instrumen utama. Kehadiran di lapangan bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan membangun pemahaman atas konteks yang sedang diteliti. Tanpa kehadiran itu, tafsir atas data berisiko kehilangan makna aslinya. (Siregar, 2020, hlm. 45)
Nomor halaman wajib untuk setiap kutipan langsung, tetapi tidak wajib saat Anda memparafrasekan. Meski begitu, banyak pembimbing tetap meminta nomor halaman pada parafrase — periksa pedoman kampus Anda.
Sumber Tanpa Penulis atau Tanpa Tahun
Dua kasus yang paling sering membuat mahasiswa berhenti mengerjakan daftar pustaka.
Tanpa penulis. Judul naik menggantikan posisi penulis. Dalam teks, judul ditulis singkat dan diapit tanda kutip jika berupa artikel, atau dicetak miring jika berupa buku atau laporan:
Dalam teks: (“Literasi digital di sekolah”, 2022)
Daftar pustaka: Literasi digital di sekolah. (2022). Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 12–25.
Tanpa tahun. Gunakan n.d. (no date), atau t.t. (tanpa tahun) jika naskah Anda berbahasa Indonesia. Pilih satu dan gunakan konsisten di seluruh naskah:
Dalam teks: (Kementerian Pendidikan, t.t.)
Daftar pustaka: Kementerian Pendidikan. (t.t.). Panduan kurikulum. https://www.kemdikbud.go.id/panduan
Sitasi Sekunder: Mengutip dari Kutipan
Anda membaca Rahman (2021), dan di dalamnya Rahman mengutip Vygotsky (1978). Anda ingin memakai gagasan Vygotsky tetapi belum membaca sumber aslinya. Yang benar adalah menyebut keduanya:
Vygotsky (1978, sebagaimana dikutip dalam Rahman, 2021) berpendapat bahwa…
Atau: (Vygotsky, 1978, sebagaimana dikutip dalam Rahman, 2021)
Yang masuk ke daftar pustaka hanya Rahman (2021) — sumber yang benar-benar Anda baca. Vygotsky tidak dicantumkan.
APA menyarankan sitasi sekunder dipakai seperlunya saja, misalnya ketika sumber aslinya sudah tidak terbit atau berbahasa yang tidak Anda kuasai. Jika sumber aslinya masih bisa diakses, bacalah langsung dan kutip dari sana. Penguji sering menanyakan hal ini.
Mengurutkan Daftar Pustaka
Daftar pustaka APA disusun menurut abjad nama belakang penulis pertama, bukan menurut urutan kemunculan di naskah. Empat aturan yang sering terlewat:
- Penulis sama, tahun berbeda — urutkan dari yang paling lama ke yang paling baru
- Penulis sama, tahun sama — bedakan dengan huruf: (2020a), (2020b), diurutkan menurut abjad judulnya, dan huruf itu ikut ditulis dalam teks
- Nama tunggal dan nama ganda — karya penulis tunggal didahulukan sebelum karya bersama dengan nama pertama yang sama
- Indentasi gantung — baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok masuk; di Word gunakan pengaturan paragraf hanging indent, bukan tombol Tab
Untuk nama Indonesia yang hanya terdiri atas satu kata, tulis apa adanya tanpa memaksakan pemisahan nama depan dan belakang. Untuk nama yang mengandung gelar keturunan atau marga, ikuti pedoman kampus Anda — praktiknya belum seragam antaruniversitas.
Lima Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
- Menuliskan “et al.” sejak dua penulis. APA 7th memakai et al. mulai dari tiga penulis. Untuk dua penulis, kedua nama selalu ditulis lengkap di setiap sitasi.
- Mencampur “&” dan “dan”. Dalam kurung gunakan &, di dalam kalimat gunakan kata “dan”. Contoh: (Siregar & Putri, 2021) tetapi “Siregar dan Putri (2021) menemukan…”
- Mencetak miring nomor terbitan. Yang dicetak miring adalah nama jurnal dan nomor volume. Nomor terbitan dalam kurung tidak dicetak miring: Jurnal Pendidikan, 5(2).
- Menyalin URL panjang dari mesin pencari. Gunakan DOI bila tersedia, dalam bentuk https://doi.org/… — bukan tautan hasil pencarian yang memuat parameter pelacakan.
- Ada di daftar pustaka tapi tidak pernah disitasi. Setiap entri di daftar pustaka harus muncul setidaknya sekali dalam teks, dan sebaliknya. Ini hal pertama yang diperiksa penguji.
Bahasa Indonesia vs Inggris
Jika menulis dalam Bahasa Indonesia, gunakan lokalisasi berikut:
- "et al." tetap digunakan (atau "dkk." sesuai kebijakan kampus)
- "hlm." sebagai pengganti "pp."
- "Dalam" sebagai pengganti "In" untuk bab dalam buku
- "dan" sebagai pengganti "&" dalam teks naratif
Sitasi APA Otomatis dengan TulisPaper.id
Tidak perlu format manual. TulisPaper.id otomatis memformat sitasi dan daftar pustaka sesuai APA 7th Edition.
Mulai Gratis